Banyak yang resah dan gundah kapankah badai virus ini segera berakhir.
'Pengiiin sekolah , ketemu temen, main bola basket. Kangen sama Cilornya mbak Wah, Mam," cerocos si Upik di pagi hari
Terkesiap hati ini, manakala denger protes kecil yang menohok.
"Laah, semua temen adik juga belajar di rumah. Anjuran sekolah karena virus C19. Sabaar ya, sayang. Yuk bikin tugas dari Pak guru yang belum rampung," nasehat mamak dengan nada membujuk
Rasanya juga nyesek, sobs. Hari-hari jadi gak pasti dengan berita Covid19 yang terus merajalela. Salah satunya, mungkin kurang kedisiplinan warga untuk terus jaga kontak seperti Physical Balancing.
Sebagian emang ada yang meremehkan, kalau virus tersebut bukan persoalan besar. Merasa sudah fit dan menjaga kebiasaan hidup baik.
NO, NO, NO! Don't Think so !
Pasti kalian gak percaya, sobs jika gak lihat rekaman wawancara Gubernur Semarang dengan seorang IRT beberapa minggu yang lalu.
YUP, IBU tersebut positip lo terjangkit Corona. Padahal dia tidak pulang Umroh, atau pulang dari lawatan luar negeri manapun. Mengakunya ibu rumah tangga biasa yang sering antar jemput sekolah anaknya sebelum adanya instruksi WFH #DiRumahAja oleh pemerintah. Akhir interview tersebut bikin saya tertawa lepas, lantaran sang ibu berasumsi ketularan virus dari tukang sayur keliling saat belanja.
Terlepas dari permasalahan seputar virus Corona, yang memukul semua sektor kehidupan, saya juga terharu dengan adanya empati sejumlah warga dalam membantu sesamanya ketika terjadi wabah bencana Covid19. Spontanitas dari kegiatan tersebut seakan jadi inspirasi banyak orang lho.
Yuk, Intip apa saja kegiatan yang dilakukan dalam membantu sesama
1.Instansi pemerintah seperti Dinas Perdagangan Kudus bersama Pupuk dan PT Pertamina yang tergabung dalam Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas ( HISWANA Migas) menyalurkan bantuan seperti sembako kepada PKL yang ekonominya terdampak Covid19. Pada tanggal 17 April 2020 di Bale Jagong, jalan Sunan Muria Kudus.
2. Karang Taruna Tunas Jaya Wates daerah Undaan Kudus juga menyumbangkan 3500 pack masker, 100 sanitizer dan 100 botol sabun untuk cuci tangan ke warga sekitar.
3. Gotong royong juga dilakukan warga desa Margorejo Kudus yang membagikan secara cuma-cuma 9000 masker dan tempat cuci tangan di mushola serta masjid di sekitar desa Margorejo. Inisiatif mulia tersebut dilakukan untuk menyambut datangnya bulan Suci ramadan dan mencegah penularan virus lebih parah.
Sumbangsih untuk tempat peribadatan |
5. Tidak ketinggalan hotel berbintang Griptha Kudus turut andil berbagi ribuan nasi bungkus kepada penyandang Disabilitas dan masyarakat terdampak Covid19
Gerakan sosial dari Hotel Griptha |
Mungkin saatnya ini kita bersinergi bersama-sama terus #KuatdanBerani menghadapi semua permasalahan di waktu pandemi Covid19. Bahwa semua akan kembali baik seperti sedia kala.
Bener gak, Sobs ujian sekecil apapun adalah untuk meningkatkan derajat manusia. Harapan terbaik semoga badai ini segera berlalu, dan ucapkan rasa syukur terima kasih atas uluran kemanusiaan dari bangsa untuk bangsa dan demi bangsa, INDONESIA.
Keep Happy Blogging 💜
Bener gak, Sobs ujian sekecil apapun adalah untuk meningkatkan derajat manusia. Harapan terbaik semoga badai ini segera berlalu, dan ucapkan rasa syukur terima kasih atas uluran kemanusiaan dari bangsa untuk bangsa dan demi bangsa, INDONESIA.
Keep Happy Blogging 💜
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Terimakasih sudah mampir dan berkomentar, insyaalah saya akan berkunjung balik. Sukses selalu :)